PROJEK Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Salah satu kegiatan P5 dengan tema Suara Demokrasi adalah dengan mengunjungi Rumah Pintar Pemilu KPU Kabupaten Alor. Demikian penyampaian koordinator P5, Syaidah Dahlan, SP, saat menyampaikan maksud kedatangannya di KPU Alor, Sabtu 9 September 2023. Rombongan SMK negeri Bukapiting berjumlah 53 orang siswa dan 6 orang guru pendamping. Kunjungan tersebut diterima Ketua Divisi Data Madriyana Cendana Pong, Ketua Divisi Sosialisasi Charlemen Djahadael dan Ketua Divisi Teknis Munawir Laamin. SMK Negeri Bukapiting merupakan sekolah ketiga sekaligus sekolah pertama dari luar wilayah Kecamatan Teluk Mutiara yang mengunjugi KPU Alor. Sebelumnya ada SMA Negeri 1 Kalabahi dan SMA Negeri 2 Kalabahi. Djahadael mengatakan, kurikulum merdeka belajar memberikan efek langsung terhadap sekolah. Salah satu buktinya adalah dengan adanya kunjungan para pelajar ke KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu. “Ada tiga lembaga penyelenggara Pemilu. Pertama itu KPU, kedua Bawaslu, dan ketiga Bawaslu,” kata Djahadael sambil menjelaskan tugas ketiga lembaga masing-masing. “Adi-adik tentu belajar tentang demokrasi di sekolah. Salah satu implementasi dari demokrasi adalah Pemilu. KPU adalah pelaksana teknis dari Pemilu yang sudah dipelajari di sekolah,” tegas Djahadael. Djahadael kemudian mengarahkan para pelajar ke rumah pintar pemilu. Di rumah pintar pemilu terpajang banyak dokumen kepemiluan di dinding, di lemari, dan juga denah tempat pemungutan suara. Sambil menunjuk, Djahadael menjelaskan isi pigura, denah TPS, dan dokumen perolehan suara kepada para pelajar. Para pelajar tampak antusias dan mendengarkan dengan saksama setiap detail penjelasan yang disampaikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Sesi diskusi berlangsung menarik. Banyak pertanyaan yang dilontarkan para pelajar. Mereka bertanya tentang mengapa perlu ada syarat 30 persen perempuan dalam pencalonan anggota DPR dan DPRD, juga ada pertanyaan tentang kemanakah suara dari parpol yang tidak lolos ke DPR/DPRD, apa dampak negatif golput, apa dukungan KPU kepada penyandang disabilitas pada hari pemungutan suara, dan beberapa pertanyaan kritis lain. Diakhir kegiatan, Koordinator Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Syaidah Dahlan, SP meminta kesediaan KPU untuk hadir sekaligus memberikan arahan dalam pemilihan ketua OSIS mendatang.*